Thursday, 8 September 2016

Pengertian, Ciri Ciri, dan Contoh Gurindam

Pengertian, Ciri Ciri, dan Contoh Gurindam

Pengertian, Ciri Ciri, dan Contoh Gurindam - Gurindam adalah karya sastra lama yang berbentuk puisi yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari 2 baris tiap baitnya. Baris pertama pada gurindam merupakan baris syarat, masalah, persoalan atau perjanjian dan baris kedua merupakan jawaban atau akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama. Gurindam sangat berbeda dengan pantun. Gurindam hanya memiliki 2 larik padaa satu bait pantun sedangkan pantun memiliki 4 baris dalam tiap bait. Di dalam gurindam, kalimat antar larik/baris saling berkaitan. Sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat majemuk utuh yang memiliki hubungan sebab akibat. 

Ciri-Ciri Gurindam


1. Gurindam terdiri dari dua baris tiap baitnya.
2. Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata.
3. Tiap baris memiliki hubungan sebab akibat.
4. Tiap baris memiliki rima atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya.
5. Isi atau maksud dari gurindam ada pada baris kedua.
6. Isi gurindam biasanya berupa nasehat-nasehat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

Macam-Macam Gurindam


Jika dilihat dari barisnya, ada 2 macam bentuk guridam, yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Di bawah ini adalah pengertian dan contoh-contoh gurindam.

1. Gurindam Berkait

Gurindam berkait adalah gurindam yang bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait seterusnya.

Contoh:

Sebelum berbicara pikir dahulu
Agar tak melukai hati  temanmu
kalau berbicara semaumu 
tentulah banyak orang yang membencimu

Barang siapa tidak memiliki agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia.

Barang siapa yang hidupnya tidak ingin sesat di dunia dan akhirat
Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat

2. Gurindam berangkai

Gurindam berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya.

Contoh:

Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas

Contoh-Contoh Gurindam 
Barang siapa tinggalkan sholat
Akan menuntun ke perbuatan maksiat
Barang siapa melakukan perbuatan maksiat
Pasti akan disiksa di akhirat

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan menjadi tergerus 
Jika pikiran selalu tergerus
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus
Advertisement

Apabila selalu mencela orang
Tandanya dia bermain curang
Jika Anda bermain curang
Tentulah lawan menjadi berang

Apabila orang banyak berkata
Itu tandanya dia berdusta

Dengan orang tua jangan pernah melawan
Kalau tidak mau hidup berantakan
Jagalah hati jagalah lisan
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan
Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati
Itulah cara menunjukan bakti
Teruslah menyakiti diri sendiri
Kelak kau akan mati berdiri

Belajar janganlah ditunda-tunda
Karena kamu tidak akan kembali muda
Jika kamu terus menunda 
Hilanglah sudah kesempatan berharga

Masa lalu biarlah berlalu
Masa depan teruslah kau pacu
Apabila anak tak diajari ilmu agama
Pastilah anak menjadi tercela
Lestarikan alam kita 
sebelum alam menjadi murka
Belajarlah demi masa depan
Untuk mencapai semua harapan

Apabila mata terjaga
Hilanglah semua dahaga
Apabila kuping tertutup handuk
Hilanglah semua kabar buruk
Apabila mulut terkunci rapat
Hilanglah semua bentuk maksiat
Apabila tangan tidak terikat rapat
Hilanglah semua akal sehat
Apabila kaki tidak menapak
Larilah semua orang serempak

Jika hendak mencapai akhirat
Teruslah berdoa dan jangan lupa bertaubat
Jika hendak menggapai cita-cita
Bekerjalah lebih dari rata-rata
Jika hendak hidup bahagia
Jangan penah melakukan perbuatan sia-sia
Jika hendak mencari cinta sejati
Carilah dengan penuh hati-hati

Barang siapa tidak takut tuhan
Hidupnya tidak akan bertahan
Barang siapa tidak pernah puasa
Hidupnya akan penuh dosa
Barang siapa meninggalkan sholat
Berarti dia berbuat maksiat
Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat
Hartanya tidak akan mendapat berkat
Barang siapa yang mampu melaksanakan haji
Tentulah orangnya patut dipuji 

Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti
Apabila kelakuan baik berbudi 
Hidup menjadi indah tak akan merugi
Apabila hidup selalu berbuat baik
Tanda dirinya berhati cantik

MENGENALI GURINDAM

Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam ini dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal daribahasa Tamil (India) yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan. Baris pertama berisikan semacam soal, masalahatau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Contoh:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat.
Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati
Pengarang gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji, saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda di Riau (1844-1857). Gurindam 12 pasal karya Raja Ali Haji yang terkenal berjudul “Gurindam Dua Belas”.

GURINDAM DAN CIRI_CIRINYA

       Kata gurindam berasal dari bahasa Tamil (India).
Pengertian gurindam adalah karya sastra berbentuk puisi dua seuntai yang berima a-a. Meskipun terbentuk dalam dua larik, sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini biasanya berupa kalimat majemuk dengan hubungan seperti sebab-akibat atau syarat-hasil). Larik pertama ”syarat”, sedangkan larik kedua ”jawabnya”.
       Pada umumnya gurindam dibuat berbait-bait dengan isi bersifat nasihat, mirip dengan pepatah atau peribahasa. Sebenarnya gurindam merupakan satu kalimat (dalam hal ini biasanya berupa kalimat).

Ciri-ciri gurindam:
a. setiap bait terdiri atas dua larik
b. jumlah suku kata dalam setiap larik antara 10 – 14
c. bersajak a a
d. hubungan larik 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang biasanya bersifat sebabakibat.
       Dahulu (seperti halnya pantun, talibun, karmina, dan bidal) gurindam dibuat oleh orang yang tak dikenal (anonim). Ada satu gurindam yang dahulu sangat terkenal karya Raja Ali Haji, yakni Gurindam 12 yang terdiri atas 12 pasal. Berikut sebagian dari pasal pertama dari Gurindam 12 tersebut. Selebihnya bacalah Gurindam 12 dalam buku Puisi Lama karya Sutan Takdir Alisyahbana.

Contoh 1:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama,
Barang siapa mengenal yang empat,
maka dia itulah orang yang ma’rifat.
Cari olehmu sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal Tuhan yang bahri.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
bukannya manusia itulah setan.

Contoh 2:
Kurang fikir, kurang siasat,
tentu dirimu kelak tersesat.
Fikir dahulu sebelum berkata,
supaya terelak silang sengketa.
Siapa menggemari silang sengketa,
kelaknya pasti berdukacita.

Tuesday, 6 September 2016

SYAIR TUNJUK AJAR MELAYU (NASIHAT IBU BAPA KEPADA ANAKNYA)


Syair tunjuk ajar Ikim.fm – Youtube
Syair dalam audio di atas telah disunting dari buku Kesantunan dan Semangat Melayu karya Tenas Effendy. Ia agak berbeza dari lirik syair yang saya temui. Apa pun, isi kandungannya adalah sangat baik. Jadi, saya salin tampal lirik yang diperolehi dari pautan video YouTube yang dikongsikan oleh Pak Murdiyanto;
SYAIR TUNJUK AJAR MELAYU (NASIHAT IBU BAPA KEPADA ANAKNYA)
TENTANG MENGHORMATI GURU
Wahai ananda dengarlah amanat
Terhadap gurumu hendaklah hormat
Ilmunya banyak memberi manfaat
Menyelamatkan hidup dunia akhirat
Kepada guru hendaklah sopan
Tunjuk ajarnya ananda dengarkan
Penat letihnya jangan dilupakan
Supaya hidupmu dirahmati Tuhan
Kepada gurumu janganlah durhaka
Jangalah pula berburuk sangka
Tunjuk ajarnya ananda jaga
Supaya manfaatnya dapat dirasa
Kepada gurumu eloklah perangai
Apabila disuruhnya janganlah lalai
Tunjuk ajarnya selalu dipakai
Supaya hasratmu cepat tercapai
Apabila gurumu selalu kau tantang
Ditujuk diajar engkau membangkang
Akibatnya buruk bukan kepalang
Ilmu dituntut berkahnya hilang
Kepada guru jangan menista
Bercakap kasar bermasam muka
Orang benci Allah pun murka
Hidupmu akan terlunta-lunta
Kepada gurumu nampakkan minat
Petuah didengar petunjuk diingat
Supaya belajar beroleh manfaat
Membawa berkah dunia akhirat
Kepada gurumu hendaklah patuh
Ditunjuk diajar jangan mengeluh
Belajarlah dengan bersungguh-sungguh
Supaya hidupmu menjadi senonoh
Anggaplah guru sebagai ibu bapa
Tempat merunjuk tempat bertanya
Memudahkan ananda memahami ilmunya
Supaya pelajaranmu tak sia-sia
Jadikan gurumu contoh teladan
Minta nasihat untuk pegangan
Apa masalahmu boleh disampaikan
Supaya bebanmu menjadi ringan
Kepada gurumu berterus terang
Jangan bercakap main belakang
Supaya belajar hatimu lapang
Guru mengajar hatnya senang
Kepada gurumu berterima kasih
Kerana mengajarmu berpenat letih
Sampaikan dengan hati yang bersih
Semoga menjadi amalan soleh
Wahai ananda permata bunda
Gurumu itu juga manusia
Tentulah ada lebih kurangnya
Maafkan olehmu bila ada salahnya
Kepada guru jangan mendendam
Orang pendendam imannya padam
Budi yang baik jadi tenggelam
Hari depanmu menjadi suram
Budi gurumu janganlah dilupakan
Penat letihnya jangan diabaikan
Ilmu diterima engkau amalkan
Semoga pahalanya sama dirasakan
Budi gurumu selalu dikenang
Jasanya besar bukan kepalang
Engkau dididik menjadi orang
Ditunjukan pula jalan yang terang
Nota: Catatan sebelum ini turut menampilan karya Tenas Effendy berjudul Syair Tunjuk Ajar Melayu. 

SYAIR TUNJUK AJAR MELAYU

Syair Tunjuk Ajar Melayu

Wahai ananda hendaklah ingat
Hidup di dunia amatlah singkat
Banyakkan amal serta ibadat
Supaya selamat dunia akhirat
Wahai ananda dengarkan peri
Tunangan hidup adalah mati
Carilah bekal ketika pagi
Supaya tidak menyesal nanti
Wahai ananda dengarlah madah
Baikkan laku elokkan tingkah
Banyakan kerja yang berfaedah
Supaya hidupmu beroleh berkah
Wahai ananda dengarlah pesan
Kuatkan hati teguhkan iman
Jangan didengar bisikan setan
Supaya dirimu diampuni Tuhan
Wahai ananda peganglah janji
Berbuat khianat engkau jauhi
Banyakkan olehmu bertanam budi
Supaya kelak hidup terpuji
Wahai ananda cahaya mata
Janganlah tamak kepada harta
Mencari nafkah berpada-pada
Supaya hidupmu tiada bernista
Wahai ananda sibiran tulang
Betulkan kaji, tegakkan sembahyang
Umur yang ada jangan dibuang
Supaya hidupmu dipandang orang
Wahai ananda buah hati bunda
Berpegang teguhlah pada agama
Beramallah engkau sehabis daya
Supaya selamat dari neraka
Wahai ananda belahan diri
Kerja menyalah jangan hampiri
Berbuat maksiat jangan sekali
Supaya hidupmu diberkahi ilahi
Wahai ananda mustika hati
Pandai-pandailah membawa diri
Hasutan orang jangan peduli
Serahkan diri pada ilahi
Wahai ananda intan terpilih
Jadilah engkau anak yang saleh
Berbuat baik jangan memilih
Bergaul jangan memilih kasih
Wahai ananda kekasih ibu
Dalam beralam dalamkan ilmu
Dalam beriman janganlah ragu
Ridho Allah yang engkau rindu
Wahai ananda kekasih ayah
Hanya Allah yang engkau sembah
Ibu dan bapa jangan disanggah
Supaya engkau beroleh berkah
Wahai ananda intan dikarang
Duduk beguru janganlah kurang
Berbuat baik janganlah kepalang
Supaya kelak hidupmu tenang
Wahai ananda tambatan hati
Jauhkan sifat iri dan dengki
Bekerjalah dengan sesungguh hati
Itulah bekal hidup dan mati
Wahai ananda ratna manikam
Berpegang teguhlah kepada Islam
banyakkan amal siang dan malam
supaya hidupmu tidak tenggelam
Wahai ananda kuntum pilihan
Syarak dan sunnah jangan abaikan
Berbuat kebajikan janganlah segan
Supaya engkau dirahmati Tuhan
Wahai ananda kemala negeri
Kokohkan iman di dalam diri
Tunjuk ajar engkau dengari
Bulukan setan engkau jauhi
Wahai ananda cahaya rumah
Dalam ibadah janganlah lengah
Kerjakan suruh, jauhkan cegah
Supaya hidupmu beroleh berkah
Wahai ananda payung sekaki
Bersihkan niat lapangkan hati
Jauhkan segala perbuatan keji
Supaya hidupmu tidak terkeji
Wahai ananda cahaya gemilang
Ilmu di dada jangan dibuang
Jauhkan segala pantang dan larang
Supaya hidupmu tidak terbuang
Wahai ananda tambatan jiwa
Jauhkan olehmu sifat aniaya
Berbaik-baik sesama manusia
Supaya kelak tidak cedera
Wahai ananda mustika ayah
Dalam beriman janganlah goyah
Betulkan akal luruskan langkah
Mohonlah petunjuk kepada Allah
Wahai ananda mustika bunda
Janganlah cuai dalam agama
Kerjakan sembahyang tiang agama
Supaya hidupmu selamat sempurna
Wahai ananda mustika alam
Kekallah engkau memeluk Islam
Bersihkan diri luar dan dalam
Banyakkan ingat siang dan malam

Sunday, 28 August 2016

PANTUN DALAM HIKAYAT ANGGUN CIK TUNGGAL



Mengkuang konon kayu permai,
Tersandar pada kayukelat;
Terbuang sudah rupanya kami,
Baga ikan di luar belat.

Mangkuk jorong pinggan pun jorong,
Sejorong berisi buah jati;
Dua tiga kata terdorong,
Jangan dibawa masuk ke hati.

Hikayat Anggun Cik Tunggal, 2007
Sasbadi Sdn. Bhd.
29.8. 2016

KONSEP MASA DALAM MASYARAKAT MELAYU


Sabung tak berhenti siang dan malam,
Air didih menganak sungai,
Kerak asi membusut jantan,
Terung berbuah di gelegar,
Kunyit berhimpang atas para,
Serai beranak atas dapur,
Tanduk kerbau dibuat tungku.

Raja Muda, 1977, Fajar Bakti Sdn. Bhd.